Profile Kepala Sekolah

Pria kelahiran Jambi 11 Juni 1970 ini memulai karirnya sebagai guru honor di SMA Negeri 15 Jakarta. Menjadi guru sebenarnya tak pernah terlintas dalam benaknya ketika ia masih duduk di bangku sekolah. Tapi, perjalanan hidup membawanya ke Pulau Lombok untuk menyelesaikan kuliah pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Pada saat menempuh pendidikan di FKIP UNRAM itulah ia menyadari bahwa profesi sebagai guru – kelak – akan dilakoninya.

Keyakinannya menekuni profesi sebagai guru berbuah manis ketika ia diangkat sebagai Guru Pegawai Negeri Sipil dan ditempatkan di SMA Negeri 115 Jakarta terhitung mulai tanggal 1 Desember 1995. Sejak itu, laki-laki yang gemar bersepeda ini semakin mendalami dunia belajar mengajar. Karena ditempatkan di sebuah sekolah yang juga baru didirikan setahun sebelum dia diangkat sebagai PNS, maka ia pun banyak belajar tentang pengelolaan sekolah. Terbatasnya jumlah guru membuat ia memiliki banyak kesempatan untuk mempelajari pengelolaan sekolah. Semua tugas tambahan di sekolah pernahia lakoni;  guru piket, wali kelas, Pembimbing kegiatan Ekstra Kurikuler, Pembina OSIS hingga sebagai wakil kepala sekolah.

Sebagai guru yang meniti karir dari guru honor hingga menjadi pegawai negeri, tentu banyak suka dan duka yang dia alami. Dukanya, tentu saja ketika profesi guru masih dipandang sebelah mata. Ketika profesi guru masih diasosiasikan dengan propaganda “pahlawan tanpa tanda jasa”. Sukanya adalah ketika ia menjadi salah seorang tim fasilitator program Sistem Administrasi Sekolah (SAS) yang diluncurkan oleh Subdis SMA Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta. Terlepas dari banyaknya kendala yang dihadapi, baik teknis maupun non teknis, guru bahasa Inggris yang juga diperbantukan mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ini mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga selama bergabung sebagai tim fasilitator.  

Kesempatan berkarir di Sekolah Indonesia Luar Negeri terbuka ketika Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) menyelenggarakan seleksi untuk Calon Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri yang pada saat itu diperuntukkan bagi 9 Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Akhirnya, dari 260 calon kepala sekolah yang diseleksi dari seluruh Indonesia, pria penggemar fotografi dan penggiat outdoor sport activities ini lulus dan ditugaskan di Sekolah Indonesia Moskow sejak 4 Desember 2007.

Pengalamannya sebagai wakil kepala sekolah di SMA Negeri 115 Jakarta selama 6 tahun dan ditunjang dengan berbagai aktivitas keguru, mulai dari kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), Diklat Instruktur Guru Bahasa Inggris, hingga Diklat Manajemen SLTA sangat membantu penanganan tugas sehari-harinya sebagai Kepala Sekolah di Sekolah Indonesia Moskow.

Personal Contact :

Mobile : +7 (926) 457 2002