Berita

  • Drugov tentang Soekarno
    Tuesday, 08 June 2010

    Tahun 2010 ini merupakan tahun yang ‘besar’ bagi persahabatan Indonesia dan Rusia. Kedua negara sepanjang tahun menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatiknya. Sekolah Indonesia Moskow (SIM) pun ingin turut andil dalam memperingati pentingnya peristiwa tersebut.

    Dalam kerangka itu, Kepala Sekolah Basok Nasruddin pada 16 April 2010 mengundang Mr. Alexei Drugov, seorang ahli bahasa Indonesia yang pernah beberapa kali menjadi penterjemah Presiden Sukarno, untuk bercerita mengenai sosok Sukarno di mata orang Rusia. Walaupun usianya sudah melebihi angka 70, namun ingatan beliau masih jernih mengenai Sukarno. Bahkan koran terbitan tahun 50an pun masih disimpan rapi sebagai kenangan.

    Bagi rakyat dan bangsa Indonesia, Bung Karno adalah tokoh besar dan agung. Untuk memperbincangkan keagungan beliau, rasanya memerlukan waktu yang tidak singkat. Bagi orang Rusia, terutama di era Uni Soviet, nama Sukarno juga merupakan nama yang spesial. Ketika menyebut negara “Indonesia” di hadapan orang Rusia, acap kali langsung disambut dengan nama “Sukarno”. Nama yang memang lekat dengan rakyat Uni Soviet di periode tahun 50-60an.

    Menurut Mr. Drugov, tidak sulit bagi Sukarno untuk dekat dengan orang atau bangsa lain. Karena kharisma dan gaya bicaranya memang memukau. Belum lagi perhatian, keramah-tamahan dan senyumnya yang selalu tersungging di bibirnya.  

    Saat ini, mungkin tidak sedikit generasi muda kurang kental mengenali kiprah beliau, selain sebagai salah seorang proklamator, presiden pertama dan penyandang nama bandar udara utama di Jakarta. Maka, diharapkan pertemuan tersebut dapat menambah wawasan dan kecintaan anak-anak bangsa Indonesia di SIM terharap Sukarno, seorang Proklamator Kemerdekaan Indonesia. 


Berita Lainnya