Berita

  • Laskar Mahardika Nusantara
    Friday, 23 October 2009

    Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow untuk kesekian kalinya menggelar pentas budaya. Setelah pertunjukan yang terakhir “Kresna Dhuta” bulan Maret 2009 lalu, kali ini  pertunjukan diberi tajuk “Mahardhika Nusantara”, dan diselenggarakan di Moskow dan St. Petersburg pada tanggal 19 dan 25 Agustus 2009.

    Sesuai dengan judulnya, konsep Mahardhika Nusantara menonjolkan keragaman budaya Nusantara dalam kerangka kemerdekaan. “Kemerdekaan di sini digambarkan sangat abstrak. Bukan hanya kemerdekaan terlepas dari penjajah, tapi juga sebagai pribadi yang merdeka”, ungkap Anter Asmorotedjo, dalang perhelatan tersebut.

    Uniknya, pertunjukan berdurasi 90 menit ini berhasil menata cantik konsep musik tradisional (rebana, kecapi, gamelan Jawa dan Bali) dengan alat musik modern (gitar, bass, flute dan drum) untuk mengiringi tarian tradisional kontemporer. Nuansa musik nusantara hasil tataan Abdi Bashit dan I Wayan Berata -musisi handal dari Makassar dan Bali- sangat kental menghiasi malam itu.

    Anter Asmorotedjo, koreografer muda asal Jogjakarta sukses menautkan tari/adegan satu dengan lainnya yang mengalir lembut menghipnotis sekitar 450 penonton. Siswa dan guru Sekolah Indonesia Moskow tentu saja tidak lepas andilnya. Murid TK – SD bersama anak Indonesia lainnya tampil memukau membawakan tari Gandrang Bulo (Gendang dan Bambu) asal Makassar. Keceriaan anak-anak memainkan potongan bambu menjadi mata acara yang tidak diduga oleh penonton. Senyuman bahkan gelak tawa para penonton pun lepas mengiringi gerak dan polah anak-anak ketika menirukan gaya binatang.

    Sementara itu, murid SMP – SMA, serta beberapa orang guru juga ikut berlenggok membawakan beberapa tarian dan memainkan alat musik. Selain itu ada juga anggota DWP KBRI Moskow dan mahasiswa Indonesia yang turut unjuk kebolehannya di atas panggung, layaknya artis profesional. “Bisa diperkirakan sekitar 50% pengisi acara malam itu dari SIM”, ujar Kepala Sekolah, Bp. Basok Nasruddin yang tetap dipercaya menjadi stage manager.

    Satu lagi prestasi SIM yang membanggakan karena bisa turut membantu misi diplomatik Kedutaan Besar Republik Indonesia, terutama dalam promosi kebudayaan.

    Usai pertunjukan, Duta Besar RI untuk Rusia Bapak Hamid Awaludin menyatakan rasa harunya seraya memberi selamat, dan bangga menyebut para laskar Mahardhika Nusantara sebagai pahlawan bangsa…

     


Berita Lainnya